Tangerang Selatan

Asal Muasal Sebutan Benteng Makasar Tangerang (Bagian II)

Sebelum membahas sebutan tentang masyarakat Cina Benteng Tangerang, perlu kita tahu dulu sejarah mengenai sebutan ‘Benteng’nya itu sendiri. Konon, dahulu ketika Kyai Soeradilaga meminta bantuan VOC untuk melindunginya, sejak itulah kemudian VOC mulai dengan liciknya mengatur untuk menguasasi Tangerang. Hal ini dibuktikan dengan adanya perjanjian yang ditanda tangani pada tanggal 17 April 1684 yang mengatakan bila wilayah Tangerang akhirnya menjadi kekuasaan VOC. Dan sejak itu pula, kerajaan Banten tidak mempunyai hak lagi untuk turut campur dalam mengatur kepemerintahan di Tangerang.

Sejarah ini pula yang barangkali menjadikan Tangerang tidak merasa menjadi bagian wilayah Banten, walau secara geografis masuk ke dalam kawasan provinsinya.*

 Benteng Makasar Tangerang
gambar : nationalgeographic.co.id

Dikarenakan perjanjian tersebut dan untuk menghindari serangan Banten yang seringkali datang mendadak, maka ada rencana mengganti pos-pos penjagaan batas wilayah yang tadinya hanya terbuat dari bilik diganti menjadi tembok. (arsip Gewone Resolutie Van Hat Caseteel Batavia, 3 April 1705). Usulan ini disetujui Gubernur Jendral Zwaardeczon dan justru memerintahkan agar membangun tembok keliling (benteng) sepanjang batas pos-pos penjagaan.

Baca Juga : SEJARAH KOTA TANGERANG BAG. 1

Rencananya benteng tersebut dibangun dengan ketebalan 20 kaki atau lebih dengan kapasitas 30 orang  prajurit dibawah kepemimpinan Vandrig atau setingkat Peltu. Sementara bagian luar benteng akan dijaga oleh sekitar 28-20 orang dari Makasar. Benteng ini kemudian menjadi basis VOC dalam menghadapi pemberontakan dari Banten. Dan sejak tahun 1812 benteng ini sudah tidak terawat lagi, bahkan berdasarkan inforamasi yang diperoleh pada tahun 1816, benteng ini  sudah tidak terurus dan tak seorangpun mau melihatnya lagi. Benteng itu sudah tidak ada lagi, bangunan bentengnya pun sudah tidak terlihat lagi, namun sejarah tetap mencatat bahwa disitu pernah ada sebuah benteng peninggalan VOC.

Entah bagaimana sejarahnya hingga harus ditempatkan orang Makasar di benteng ini yang jelas, dikarenakan yang terlihat menjaganya diluar adalah orang lokal dari Makasar, maka masyarakat saat itu menyebutnya dengan ‘benteng Makasar’. Hingga awal tahun 2000an sebutan benteng Makasar masih sering terdengar menjadi sebutan istilah wilayah disalah satu sudut kota Tangerang, walau sampai saat ini pun sebutannya masih ada namun perlahan sudah tergilas zaman dan terlupakan orang.  (bersambung taz23307)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close