Kota TangerangSerpongTangerang Selatan

Cagub Cawagub Banten kurang sensitif gender

Dua pasangan calon Gubernur Banten yang akan berkontestasi di Pilgub 2017 ini dinilai belum sensitif gender. Dari pemaparan visi dan misi mereka, tidak ada satu pun pernyataan keduanya yang menyinggung soal peran perempuan. Padahal masih banyak  persoalan gender di Banten yang perlu mendapat perhatian serius Pemerintahnya.
Tentu saja, ini juga menimbulkan kekecewaan  salah seorang aktivis perempuan Banten, Thita Mazya.

“Saya sangat menyayangkan sekali ternyata dari kedua calon tersebut tidak ada satupun yang memikirkan persoalan kaum perempuan,” ujarnya.
Menurut alumni Sekolah Demokrasi Tangerang Selatan ini, fenomena tersebut mensiratkan bila kedua cagub tersebut masih belum peka terhadap berbagai permasalahan terkait peran perempuan dalam pembangunan daerahnya.

“Padahal, menurut Thita,“Perempuan memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan sebuah negara, dari segi jumlah, secara statistik perempuan jauh lebih banyak dari laki-laki. Dan peran perempuan sangat vital dalam siklus ekonomi yang menjadi roda kepemerintahan. Tetapi, peran perempuan hingga saat ini masih saja tersub-ordinasi “.
Thita menjelaskan bahwa persoalan kelompok perempuan di Banten tidak jauh berbeda dengan yang terjadi secara umum di Indonesia, terdiskriminasi dan terpinggirkan.
“Hal tersebut, tambah Pendiri Organiasi siklusPerempuan Lintas Banten ini, yang menjadikan kaum perempuan tidak banyak dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan, perencanaan dan penganggaran pembangunan”.

“Disitulah seharusnya, para Cagub ini peka!” tegas Thita.“ Kita butuh Pemimpin yang sensitif gender, yang bisa mengajak laki-laki dan perempuan itu setara secara sosial bergandeng tangan, bahu membahu demi kemajuan daerahnya”.
“Yang jelas saya tidak mau memilih pemimpin yg tidak berpihak pada perempuan,” pungkasnya [] thita mazya

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close