BantenEntertainFyiHiburanKabupaten TangerangKota TangerangLingkunganWisata

Sejarah Kota Tangerang , Bagian Pertama

Sebelum kota ini terpecah menjadi tiga wilayah : Kota, Kabupaten dan Tangerang Selatan, dulunya merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat dan memisahkan diri menjadi bagian wilayah Banten dengan Provinsi sendiri. Dimana menjadi wilayah pemekaran sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000.

Sejarah munculnya kota Tangerang berawal dari catatan yang ditemukan dalam arsip VOC tanggal 1 Juni 1660, dimana ada seorang Sultan Banten yang telah berhasil memindahkan sekitar 5000-6000 penduduk ke wilayah Barat Pasundan, dekat sungai di Untung Jawa.

Pada kesempatan itu, Sultan Banten mengangkat Raden Sena Pati dan Kyai Demang sebagai pemimpin daerah tersebut (Dag Register, 20 Desember 1668, VOC). Namun dalam kepemimpinannya terindikasi ingin menguasai kerajaan Banten, maka keduanya diberhentikan oleh Sultan. Merasa tak puas hati atas pemberhentian tersebut, Kyai Demang sempat membuat upaya mengadu dombakan Sultan dengan VOC tapi akhirnya Ia sendiri yang terbunuh. Sementara Sultan mengangkat Kyai Dipati Soeradilaga sebagai pengganti kekosongan kepemimpinan dan tercatat dalam Dag Register pada tanggal 4 Maret 1680.

Ada kesan penghianatan dalam hal ini ketika Kyai Soeradilaga justru berpihak pada VOC dengan meminta pasukan untuk menjaga wilayahnya disepanjang timur sungai hingga berbatasan dengan wilayah VOC (Dag Register 2 Juli 1682).

Keberpihakan ini dimanfaatkan VOC untuk bertempur melawan kesultanan Banten. Dimana saat itu kesultanan Banten berhasil dikalahkan oleh Kyai Soeradilaga beserta pasukannya. Atas keberhasilan itu, anak Soeradilaga yang bernama Subraja diangkat menjadi Bupati pertama dengan gelar Raden Aria Soetadilaga. Sementara Kyai Soeradilaga diberi gelar kehormatan sebagai Raden Aria Suryamenggala. Adapun batas wilayah kekuasaanya meliputi aliran sungai dari sungai Angke ke sungai Cisadane.

Asal Muasal Kata Tangerang

Serpong tempoe doeloe
Berperahu di Yjisadane 03-11-1929 photo oleh rafeon.blogspot.co.id

Batas wilayah kekuasaan yang meliputi sungai dari Angke ke Cisadane itu biasa disebut Tengger. Masyarakat umumnya menyebut istilah batas sungai atau patok batas itu dengan sebutan ‘tengger’, kemudian lama kelamaan penduduk yang tinggal diwilayah tersebut menyebut dirinya ‘orang tenggeran’ atau orang yang tinggal disekitar tengger-an. Sehingga kemudian orang menyebutnya kampung Tenggeran atau Tanggerang. (bersambung taz0307)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close